Masalah Keterlambatan Bicara Pada Anak: Begini Tanda dan Solusinya

Konten [Tampil]
Keterlambatan Bicara pada anak
Sumber Foto Unplash / Repost by Azizahnet

AzizahNet - Pada mulanya saya khwatir dengan anak laki-laki saya karena sudah masuk usia 2 tahun belum bisa memproduksi kata. Yang dia tahu hanya kata mama saja. Sedangkan untuk panggilan ayah sering bisa diucapakan terkadang hilang lagi. Namun, saat mendengar penuturan orang, dia sangat paham maksud pembicara. 

Pada saat dia mau minta susu misalnya, anak saya kadang hanya berdesis, dan belum bisa mengungkapan dengan baik apa yang dia inginkan. Tentu kondisi demikian membuat saya sebagai orang tua panik. Saya berdikusi dengan istri sebenarnya, apa sih masalah anak mengalami keterlambatan bicara dan apa solusinya. 

Dalam artikel ini, saya akan sedikit berbagi menganai masalah keterlambatan bicara pada anak dari segi sains dan kesehatan.  Tulisan ini merujuk pada beberapa artikel ilmiah yang saya coba terjemahkan semampu saya. 

Menurut keterangan HealtLineanak usia 2 tahun normalnya sih bisa memproduksi kata hingga 50-an dan bisa mengucapkan 2 sampai 3 kalimat. Sedangkan anak yang sudah berusia 3 tahun, normalnya bisa memproduksi kata hingga 1000 kata dan mereka bisa mengucapkan kalimat tiga sampai 4 kata. 

Nah, jika anak kamu sudah mencapai usia tersebut dan belum bisa mencapai titik normal itu, maka kemungkinan besar, anak kamu mengalami keterlambatan bicara atau bahasa. 

Meskipun begitu keterangan ahli kesehatan, bukan berarti anak yang belum bisa bicara normal adalah malah besar. Sebab setiap anak mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Ada yang cepat ada juga yang lambat. Yang pasti setiap anak akan melewati proses untuk mencapai kesempurnaan dalam berbicara dan berbahasa. 

Perbedaan Keterlambatan Bicara dan Keterlambatan Berbahasa

Keterlambatan berbicara berkaitan dengan dengan upaya anak untuk memproduksi kata-kata. Dalam kondisi ini, bayi kesulitan untuk mengeluarkan bunyi untuk membentuk kata. Dan bicara pada fase ini belum masuk pada level pemahaman. Itulah mengapa anak-anak hanya bisa meniru bunyi di lingkungan tanpa memahmi betul artinya.  

Sedangkan keterlambatan berbahasa erat kaitannya dengan pemahaman dalam berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Dalam kondisi ini, kadang bayi sudah bisa memproduksi bunyi namun mulai paham dan mengerti dalam berkomunikasi dalam bentuk kalimat yang masuk akal atau kalimat logis. 

Nah, jika anak kamu sudah berusia 3 tahun, setidaknya sudah mampu melakukan hal berikut: 
  • Sudah menguasai 1000 kata
  • Sudah mengenal namanya, memanggil orang yang dikenalnya. 
  • Sudah mengenal kata benda, kata sifat dan kata kerja
  • Sudah bisa berbicara dalam kalimat minimal 3 sampai 4 kalimat
  • Sudah mampu mengajukan pertanyaan
  • Biasanya sudah hafal nyanyian pendek 
Menurut medis, sebagaimana dilansir Healtline, penyebab keterlambatan bicara atau bahasa pada anak ada beberapa  kemungkinan. Pertama, gangguan pendengaran. Kedua, ganguan Nerorologis. Ketiga, Perkembangan diri. 

Tanda - tanda Keterlambatan Berbicara atau Berbahasa

Pada awal perkembangan, jika bayi berusia 2 bulan, sedikitnya bayi sudah bisa mengeluarkan bunyi. Jika tidak bisa, itulah awal keterlambatan berbicara atau istilahnya Speak Delay. Nah, saat anak sudah berusia 18 bulan, si anak layaknya sudah bisa menggunakan kata mama dan papa atau istilah lain dalam keluarga. 

untuk mengenal tanda keterlambatan bicara, berikut standar umum yang bisa dijadikan acuan. 
  • Usia 2 tahun tetapi belum bisa menggunakan kata hingga 25 kata. 
  • Belum bisa menggunakan frasa antara kata kerja atau kata sifat. 
  • Saat usia 3 tahun belum bisa menggunakan 200 kata, struktur bahasanya masih kacau saat bicara atau bertanya. 

Masalah atau Penyebab Keterlambatan Bicara atau Bahasa

1. Masalah dengan Mulut 

Penundaan berbicara atau berbahasa kemungkinan berkaiatan dengan masalah mulut, lidah atau langit-langit mulut yang bersentuhan langsung dengan produksi bunyi. 

Biasanya bayi kesulitan melafalkan huruf seperti; D,L,S,R, T, Z, Th. Indikasi lain bisa juga dideteksi dari kesulitan bayi saat menyusui. Bayi yang sulit menyusui dikarenakan mulutnya tidak terbiasa menyusu sehingga lidah tidak terbiasa melekat. 

2. Kehilangan Pendengaran 

Anak yang mengalami gangguan pendengaran akan kesulitan dalam memproduksi kata atau bunyi. Hal tersebut berpengaruh pada kemampuan bayi menirukan bunyi yang dia dengar dari orang-orang di sekitar. 

Namun, bukan berarti kemampuan berbahasa bayi tidak berkembang. Bahasanya berkembang hanya saja produksi bunyinya yang terkendala. 

Salah satu bukti bahasa berkembang, bayi akan mencoba memberi isyarat atau mengerti apa yang diomongkan orang kepadanya, namun sulit untuk membalas omongan itu. 

3. Kurangnya Stimulai 

Pada masa pertumbuhan anak, kadang orang tua sibuk dengan urusannya sehingga lupa memberikan stimulus berbicara. Akibatnya, sulit memahami percakapan dan membentuk kata. 

Padahal lingkungannya adalah lapis pertama yang memberikan stimulus berbicara. 

4. Ganguan Spektrum Autisme 

Penyebab lainnya ada kaitannya dengan masa autisme anak. Gangguan spektrum autisme (ASD) adalah istilah luas yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan perkembangan saraf.

Gangguan ini ditandai dengan masalah komunikasi dan interaksi sosial. Orang dengan ASD sering menunjukkan minat atau pola perilaku yang dibatasi, berulang, dan stereotip.

Tanda-tanda lain mungkin termasuk: 
  • Mengulangi frasa (echolalia) daripada membuat frasa 
  • Perilaku berulang gangguan komunikasi verbal dan nonverbal 
  • Gangguan interaksi sosial 
  • Regresi bicara dan bahasa.

5. Masalah Neurologis 

Gangguan neurologis dapat memengaruhi otot mulut yang diperlukan untuk berbicara. Ini termasuk: 
  • Cerebral palsy : Cerebral palsy (CP) mengacu pada sekelompok gangguan yang memengaruhi gerakan dan koordinasi otot. Dalam banyak kasus, penglihatan, pendengaran, dan sensasi juga terpengaruh. Kata "serebral" berarti berhubungan dengan otak . Kata “palsy” berarti kelemahan atau masalah dengan gerakan tubuh.

  • Distrofi otot cedera : Distrofi otot adalah sekelompok penyakit bawaan yang merusak dan melemahkan otot kamu dari waktu ke waktu.

    Kerusakan dan kelemahan ini disebabkan oleh kekurangan protein yang disebut distrofin, yang diperlukan untuk fungsi otot normal.

    Ketiadaan protein ini dapat menyebabkan masalah dengan berjalan, menelan, dan koordinasi otot. Distrofi otot dapat terjadi pada semua usia, tetapi sebagian besar diagnosis terjadi pada masa kanak-kanak.

    Anak laki-laki muda lebih mungkin terkena penyakit ini daripada anak perempuan. Prognosis untuk distrofi otot tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejala.

    Namun, kebanyakan individu dengan distrofi otot kehilangan kemampuan untuk berjalan dan pada akhirnya membutuhkan kursi roda. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan distrofi otot, tetapi perawatan tertentu dapat membantu.

  • Otak traumatis : Cedera kepala adalah segala jenis cedera pada otak, tengkorak, atau kulit kepala. Ini bisa berkisar dari benjolan ringan atau memar hingga cedera otak traumatis.

    Cedera kepala yang umum termasuk gegar otak, patah tulang tengkorak, dan luka kulit kepala. Konsekuensi dan perawatannya sangat bervariasi, tergantung pada apa yang menyebabkan cedera kepala dan seberapa parahnya.

    Cedera kepala bisa tertutup atau terbuka. Cedera kepala tertutup adalah cedera yang tidak merusak tengkorak .

    Cedera kepala terbuka (tembus) adalah cedera di mana sesuatu menghancurkan kulit kepala dan tengkorak kamu dan memasuki otak.

    Sulit untuk menilai seberapa serius cedera kepala hanya dengan melihat. Beberapa luka ringan di kepala banyak mengeluarkan darah, sementara beberapa luka besar tidak berdarah sama sekali.

    Penting untuk merawat semua cedera kepala dengan serius dan memeriksanya ke dokter.

6. Cacat Intelektual 

Pidato bisa tertunda karena cacat intelektual. Jika anak kamu tidak berbicara, itu mungkin masalah kognitif daripada ketidakmampuan untuk membentuk kata-kata.

Solusi Keterlambatan Bicara Pada Anak atau Bayi

Berikut adalah beberapa cara untuk mendorong kemampuan bicara balita kamu: 
  • Bicaralah langsung dengan balita, meskipun hanya untuk menceritakan apa yang orang tua lakukan. 
  • Gunakan gerakan dan arahkan ke objek saat kamu mengucapkan kata-kata yang sesuai. Kamu dapat melakukannya dengan bagian tubuh, orang, mainan, warna, atau benda yang kamulihat saat berjalan-jalan di sekitar blok. 
  • Bacakan buku untuk anak kamu. Bicarakan tentang gambar saat kamu pergi. Nyanyikan lagu sederhana yang mudah diulang. 
  • Berikan perhatian penuh saat berbicara dengan mereka. 
  • Bersabarlah saat balita kamu mencoba berbicara. 
  • Ketika seseorang bertanya kepada mereka, jangan menjawabnya. Bahkan jika kamu mengantisipasi kebutuhan mereka, beri mereka kesempatan untuk mengatakannya sendiri. 
  • Ulangi kata-kata tersebut dengan benar daripada langsung mengkritik kesalahan. Biarkan anak kamu berinteraksi dengan anak yang memiliki kemampuan bahasa yang baik. 
  • Ajukan pertanyaan dan berikan pilihan, berikan banyak waktu untuk menanggapi.
Artikel ini adalah hasil terjemahan oleh Idgorontalo

6 komentar untuk "Masalah Keterlambatan Bicara Pada Anak: Begini Tanda dan Solusinya"

  1. ada lagi mbak sebab lain; tv. ini beneran dialami keponakanku. dulu itu ortunya sibuk kerja, jd anaknya ditinggal terus ditarok di depan tv. Alhamdulillah normal sih, tp ngomongnya lambat, jauh dibanding keponakan2 yg lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, kadang orangtua sibuk, anak tidak mendapatkan rangsangan yang cukup untuk berkomunikasi. Ini nih kasus baru pengaruh keterlambatan bicara pada anak.

      Hapus
  2. Orangtua harus tanggap ya berarti kalau sudah menemukan salah satu gejala di atas agar bisa mengatasi keterlambatan bicara pada anak ini dengan segera.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Solusinya emang, orangtua harus peka terhadap perkembangan bahasa atau bicara anak. Kalau tidak, tentu akan berdampak buruk ke depan.

      Hapus
  3. Penggunaan gawai berlebihan utk usia 2 tahun atau balita juga bs jd salah satu faktor keterlambatan anak bicara jika secara medis lainnya tdk masalah, seperti yg dialami murid saya d TK

    jd memang harus benar2 peka dan menjaga anak2 kita dari hal2 yg berdampak terhadap perkembangan anak

    Makasih sharingnya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. gawai atau gadget juga jadi penyebab keterlambatan bicara atau bahasa pada anak.. Karena anak cenderung pasif dan tidak berkomunikasi.

      Hapus